Selasa, 3 Februari 2026
Terbit : Sel, 04 Oktober 2022

Keutamaan Berdzikir(istiqhfar

Oleh : masjid Uncategorized
Keutamaan Berdzikir(istiqhfar

Menghadapi Masalah Dengan Berdzikir (Istighfar)

عنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضِي اللَّه عنْهُما قَال: قالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
“مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ”

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu berkata, bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam :
“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Ahmad sanadnya dinilai sahih oleh al-Hakim serta Ahmad Syakir).

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits :

  1. Tidak diragukan lagi bahwa istighfar merupakan sebab terhapusnya dosa. Jika dosa telah terhapus maka akan memberikan dampak yang bermacam-macam.
  2. Terkadang seorang yang terampuni dosanya ia akan mendapat rizki dan kebahagiaan dari setiap kesusahan dan kesedihan hidupnya.
  3. Beristighfarlah dalam setiap nafas, maka Allah Ta’ala akan memberikan pertolongan yang tidak pernah engkau duga bahwa engkau akan mendapatkannya di saat–saat sulitmu.
  4. Kadang kita nggak perlu banyak mikir tapi banyak dzikir, yaitu di antaranya adalah istghfar. Ulama berkata,

لا تفكر كثيرا ,بل استغفر كثيرا فالله يفتح بالإستغفار أبوابا لا تفتح بالتفكير “

“Jangan terlalu banyak berpikir, tetapi banyaklah istighfar, karena Allah membuka pintu pintu yang tertutup dimana ia tidak bisa dibuka kecuali dengan istighfar.”

  1. Sering kali ketika kita menghadapi masalah, kita terlalu besar mengharap akan pikiran dan kemampuan kita untuk memecahkannya, kemudian kita tidak melibatkan Allah di dalamnya. Padahal bagi Allah sebesar apapun masalah untuk menyelesaikan cukup Ia (Allah) mengatakan “Kun fayakun.“
  2. Jangan katakan engkau memiliki masalah besar, tetapi katakanlah bahwa engkau memiliki Allah yang Maha Besar untuk menghadapi masalah-masalahmu.

Tema hadits yang berkaitan dengan Al Qur’an :

  1. Mendapatkan berbagai macam Rizqi dengan istighfar dalam kisah Nabi Nuh. Allah Ta’ala berfirman,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّاراً . يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَاراً . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَاراً

“Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.” (QS. Nuh : 10-12 )

  1. Perintah banyak istighfar untuk mendapatkan banyak rizqi. Allah Ta’ala berfirman,

وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ

” Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya.” (QS. Hud : 3)

  1. Mendapatkan rizqi dengan istighfar dalam kisah Hud. Allah Ta’ala berfirman,

وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ

Dan (Hud berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (QS. Hud : 52)

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masjid Nurul Yaqin
Bumi Mutiara Block JG1 RT.31,Bojong Kulur,Kec.Gn.Putri,Kab.Bogor-Jawa Barat 16969
Luas Area500 m2
Luas Bangunan400 m2
Status LokasiFasos Fasum
Tahun Berdiri2009
  • Berinfaqlah untuk masjid, sebelum tiba hari di mana sudah tidak ada kesempatan lagi untuk beramal