Selasa, 3 Februari 2026
Terbit : Jum, 03 Maret 2023

KEUTAMAAN MASJID

Oleh : masjid Uncategorized
KEUTAMAAN MASJID

Menjadikan Masjid Sebagai Pusat Penyebaran Kebaikan (Dakwah)

عن أبي هريرة رضي الله عنه: أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: “من دخل مسجدنا هذا ليتعلم خيرا أو يعلمه، كان كالمجاهد في سبيل الله تعالى، ومن دخله لغير ذلك، كان كالناظر إلى متاع غيره”

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang memasuki masjid kami ini untuk mempelajari kebaikan atau untuk mengajari kebaikan, maka ia seperti mujahid fi sabilillah. Dan barangsiapa yang memasukinya bukan dengan tujuan tersebut, maka ia seperti orang yang sedang melihat sesuatu yang bukan miliknya” (HR. Ibnu Hibban 87, hadits hasan shahih).

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits :

  1. Hadits di atas memberitakan tentang keutamaan orang yang mendatangi masjid guna belajar dan mengajar tentang perkara-perkara agama (kebaikan).
  2. Fungsi masjid bukan sekedar tempat untuk shalat saja, akan tetapi lebih dari itu yakni sebagai pusat penyebaran kebaikan.
  3. Keutamaan orang-orang yang terlibat aktif di dalam penyebaran kebaikan di masjid, baik sebagai yang belajar maupun yang mengajar, dihitung sebagai jihad fii sabiilillaah.
  4. Perkara ini diperjelas oleh shahabat Abu ad Darda’ radhiyallahu ’anhu, ia berkata:

من رأى الغدو والرواح إلى العلم ليس بجهاد فقد نقص عقله ورأيه

“Siapa yang memandang bahwa pulang-pergi untuk belajar dan mengajar ilmu bukanlah jihad, maka ia kurang waras akalnya dan dangkal pemahamannya” (Hayatus Shahabah, 4/217).

  1. Sedangkan orang-orang yang tidak mau memanfaatkan masjid sebagai pusat penyebaran ajaran kebaikan (agama Islam), maka mereka termasuk yang dicela di dalam hadits di atas.
  2. Mari kembalikan fungsi masjid yang juga digunakan sebagai pusat dakwah umat, seperti yang dikehendaki oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bukan hanya sekedar digunakan sebagai tempat melakukan ibadah ritual semata.

Tema hadits yang berkaitan dengan Al Qur’an :

  • Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memakmurkan masjid dengan menjadikan masjid bukan sekedar tempat ibadah shalat saja, akan tetapi masjid dijadikan juga sebagai pusat berbagai macam aktifitas penyebaran kebaikan, dengan majelis-majelis ta’lim / ilmu, maupun aktifitas-aktifitas yang lainnya. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, serta (tetap) menegakkan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut kecuali hanya kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS At-Taubah : 18)

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masjid Nurul Yaqin
Bumi Mutiara Block JG1 RT.31,Bojong Kulur,Kec.Gn.Putri,Kab.Bogor-Jawa Barat 16969
Luas Area500 m2
Luas Bangunan400 m2
Status LokasiFasos Fasum
Tahun Berdiri2009
  • Berinfaqlah untuk masjid, sebelum tiba hari di mana sudah tidak ada kesempatan lagi untuk beramal