
Menjadikan Masjid Sebagai Pusat Penyebaran Kebaikan (Dakwah)
عن أبي هريرة رضي الله عنه: أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: “من دخل مسجدنا هذا ليتعلم خيرا أو يعلمه، كان كالمجاهد في سبيل الله تعالى، ومن دخله لغير ذلك، كان كالناظر إلى متاع غيره”
Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang memasuki masjid kami ini untuk mempelajari kebaikan atau untuk mengajari kebaikan, maka ia seperti mujahid fi sabilillah. Dan barangsiapa yang memasukinya bukan dengan tujuan tersebut, maka ia seperti orang yang sedang melihat sesuatu yang bukan miliknya” (HR. Ibnu Hibban 87, hadits hasan shahih).
Pelajaran yang terdapat di dalam hadits :
من رأى الغدو والرواح إلى العلم ليس بجهاد فقد نقص عقله ورأيه
“Siapa yang memandang bahwa pulang-pergi untuk belajar dan mengajar ilmu bukanlah jihad, maka ia kurang waras akalnya dan dangkal pemahamannya” (Hayatus Shahabah, 4/217).
Tema hadits yang berkaitan dengan Al Qur’an :
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ
Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, serta (tetap) menegakkan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut kecuali hanya kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS At-Taubah : 18)
| Luas Area | 500 m2 |
| Luas Bangunan | 400 m2 |
| Status Lokasi | Fasos Fasum |
| Tahun Berdiri | 2009 |