Senin, 2 Februari 2026
Terbit : Ming, 27 Juli 2025

ATM beras masjid Nurul Yaqin

Oleh : algoritmadesign Blog
ATM beras masjid Nurul Yaqin

Alhamdulillah berkat rahmat kita masih di beri nikmat iman dan islam dalam hidup kita

  Masjid nurul yaqin menjadi wadah kita semua sebagai ladang amal yang akan menjadi taman surga kita. Amin

Kami disini memberikan fasilitas kepada warga untuk dapat mempergunakan ATM beras mesjis nurul yaqin sebagai mesti y di gunakan untuk kebutuhan para jama’ah

Dan kami selaku panitia mengajak semua warga yang di beri kelapangan rezeki untuk sedekah di ATM beras ini agar tujuan memakmurkan mesjid mesjid allah

Keutamaan Berpartisipasi Dalam Pembangunan Masjid

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّه رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُما أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : (مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ ، أوْ أَصْغَرَ ، بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ)

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, Allah bangunkan untuknya sebuah rumah di surga..” (HR. Ibnu Majah 738. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits :

  1. Hadits di atas menjelaskan tentang keutamaan berpartisipasi dalam pembangunan masjid karena Allah Ta’ala.
  2. Kata ‘maf-hash qathaah’ dalam hadits artinya lubang yang dipakai burung menaruh telurnya dan menderum di tempat tesebut. Dan qathah adalah sejenis burung.
  3. Imam Asy-Syaukany dalam Nailul Authâr 3/554, (Hadits) tersebut diarahkan oleh ulama ke makna mubâlaghah (hiperbola) karena tempat yang menjadi sarang burung guna meletakkan telurnya dan dia tidur padanya, ukurannya tidaklah cukup untuk shalat.
  4. Penjelasannya adalah, ada yang berpendapat bahwa seperti zhahir haditsnya, dan maknanya bahwa dia menambah sekadar yang diperlukan pada masjid, yang tambahannya memang sekadar itu (sebesar sarang burung).
  5. Atau (maknanya) bahwa sekelompok orang berserikat/berjamaah berpartisipasi dalam membangun masjid, sedang bagian pembangunan setiap dari mereka adalah sekadar itu.
  6. Berapapun nilai yang yang disumbangkan untuk membangun masjid, semua akan mendapatkan balasan dari Allah Ta’ala dengan balasan syurga. Walaupun itu sekedar satu bata atau satu sak semen.
  7. Besar atau kecilnya balasan di syurga nanti, tentu ada penilaian tersendiri dari Allah Ta’ala secara adil. Karena sumbangan lima puluh ribu dari seorang miskin akan berbeda dengan lima puluh ribu dari seorang milioner.
  8. Salah satu syarat diterima sebuah amal adalah ikhlas karena Allah Ta’ala. Pamer atau ditunjuk-tunjukkan kepada manusia amalnya karena ingin dipuji, maka amal tersebut akan sia-sia.

Tema hadits yang berkaitan dengan Al Qur’an :

  1. Allah akan melapangkan rejeki bagi orang-orang yang mau menafkahkan hartanya di jalan Allah, termasuk sumbangan untuk membangun masjid. Allah Ta’ala berfirman,

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. (QS. Al Baqarah 245)

  1. Berinfaqlah untuk masjid, sebelum tiba hari di mana sudah tidak ada kesempatan lagi untuk beramal. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌ وَلَا شَفَاعَةٌ ۗ وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa’at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim. (QS. Al Baqarah : 254)

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masjid Nurul Yaqin
Bumi Mutiara Block JG1 RT.31,Bojong Kulur,Kec.Gn.Putri,Kab.Bogor-Jawa Barat 16969
Luas Area500 m2
Luas Bangunan400 m2
Status LokasiFasos Fasum
Tahun Berdiri2009
  • Berinfaqlah untuk masjid, sebelum tiba hari di mana sudah tidak ada kesempatan lagi untuk beramal